Belum lama ini publik dihebohkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal “propaganda Rusia”. Ketika menghadiri Deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Surabaya (2/2/19), Jokowi menyebut tim sukses salah satu kandidat melakukan propaganda Rusia dengan menyebarkan kebohongan dan hoax. Presiden juga meminta para alumni yang tergolong kaum intelektual untuk meluruskan kebohongan dan hoax ini.

Propaganda merupakan teknik paling umum dalam “peperangan politik”. Jika informasi diibaratkan sebagai pelurunya, maka media ibarat senjatanya. Sejarah mencatat kebohongan sebagai peluru propaganda yang paling tajam. Sebelum istilah “propaganda Rusia” muncul, kita mengenal “propaganda Nazi-Jerman” yang berbohong soal Yahudi, atau “propaganda Amerika Serikat” yang berbohong soal Irak dan Afghanistan. Seiring revolusi informasi dan teknologi, media sosial dan internet menjadi senjata yang paling mutakhir untuk menyebarkan peluru “kebohongan”.

Dalam konteks pilpres kali ini,

 

Tulisan ini telah dimuat dalam kolom detik.id

Silahkan klik link berikut untuk membaca artikel lengkapnya

Baca

Leave a comment



Follow Us on

  • TWITTER

    Follow us & stay tuned

  • FACEBOOK

    Keep in touch & Share

© 2019 Lingstra.org. All Rights Reserved.