Tentang Pilkada DKI Jakarta 2017 “Siapa yang bakal menang dalam Pilkada nanti?”

Tentang Pilkada DKI Jakarta 2017 “Siapa yang bakal menang dalam Pilkada nanti?” Denny Indra Sukmawan Deputi Kajian Strategis, Lingkar Studi Strategis denny.sukmawan@lingstra.org Pertanyaan macam ini sering diajukan rekan-rekan saya. Sampai tulisan ini dibuat, jawaban saya masih konsisten bahwa Calon 2 kemungkinan besar akan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Lebih mendalam lagi, jika pertanyaannya perihal calon mana…

 

Efek Sebuah Sanksi

Oleh: Denny Indra Sukmawan Deputi Riset dan Kajian Strategis LINGSTRA Pada Rabu, 3 Maret 2016 Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi No. 2270 yang ditujukan pada Korea Utara. Resolusi ini berisi beberapa hal seperti pelarangan impor batubara dan beberapa mineral dari Korea Utara, juga melarang Korea Utara mengimpor bahan bakar aviasi, termasuk untuk roket dari luar…

 

2016 Untuk Trump?

Oleh: Denny Indra Sukmawan Deputi Riset dan Kajian Strategis LINGSTRA Andaikan pilpres di Amerika Serikat berlangsung 1-3 bulan lagi. Maka penulis memprediksi Donald Trump-lah yang akan menang. Nama ini tidak muncul tiba-tiba setelah perenungan panjang, melainkan dari analisis berbasis langkah-langkah super-forecasting. Sebuah metode forecasting terbaru yang dirumuskan melalui proyek Good Judgement (2011-2014). Beberapa hal mendasar…

 

Bagaimana Melihat Masa Depan

Oleh: Denny Indra Sukmawan Deputi Riset dan Kajian Strategis LINGSTRA Tentang Forecasting Modern Forecasting, oleh khalayak umum sering dipahami sama dengan kata “divine”, “augur”, “foretell”, “prophesy”, “scry” dan “foresee”.  Padahal kata “forecast” berasal dari dua kata, yakni kata “fore” yang berarti “di depan” atau “di awal” atau “di muka”. Lalu kata “cast” berarti membuat, mengetahui,…

 

Opini Lingstra Terkait Dengan Insiden Serangan Teror Di Sarinah

Oleh: Ryan Muhammad, S.H. Wakil Direktur Lingkar Studi Strategis (Lingstra) Mengingat insiden serangan teror di Sarinah Thamrin Jakarta Pusat pada 14 Januari 2016, tidak sedikit pihak-pihak yang menganggap BIN kebobolan atau kecolongan dalam mendeteksi secara dini mengenai ancaman serangan teror tersebut. Dalam konteks ini kita harus melihat dan mengkaji secara obyektif dalam menyikapi insiden tersebut.…